CV. Astoetik Indonesia kembali mempertegas perannya sebagai pelopor penyedia teknologi batik di Indonesia. Melalui lini produk unggulannya, Mesin Batik Teknologi Butimo Seri FTS-3421, perusahaan ini sukses melakukan distribusi teknologi batik modern ke dua wilayah strategis di Indonesia, yakni Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Riau, sepanjang semester kedua tahun 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi dan modernisasi industri batik nasional guna meningkatkan kapasitas produksi tanpa meninggalkan nilai estetika tradisional.
Distribusi Tahap Pertama: Mendukung IKM di Kalimantan Tengah
Rangkaian distribusi ini dimulai pada 21 Agustus 2025. Mesin pertama seri FTS-3421 dikirimkan secara khusus kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalimantan Tengah.
Kehadiran Mesin Batik Teknologi Butimo di Kalimantan Tengah diharapkan dapat menjadi pemantik bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah tersebut untuk mengeksplorasi motif-motif lokal dengan lebih efisien. Teknologi FTS-3421 dikenal memiliki presisi tinggi dan kemudahan operasional, yang sangat cocok untuk pengembangan motif batik khas Dayak agar lebih bersaing di pasar nasional.
Distribusi Tahap Kedua: Kolaborasi Strategis dengan Bank Indonesia Riau
Menyusul keberhasilan pengiriman pertama, unit kedua dari Mesin Batik Teknologi Butimo FTS-3421 resmi dikirim ke Pulau Sumatera pada 2 Desember 2025. Unit ini ditujukan kepada Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Riau.
Pengiriman ini merupakan bagian dari program pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia di Riau. Dengan bantuan mesin berteknologi Butimo dari CV Astoetik Indonesia, para perajin batik di Riau kini memiliki alat yang mumpuni untuk meningkatkan standar kualitas produksi mereka, sekaligus mempercepat proses pengerjaan kain batik yang biasanya memakan waktu lama.
Dengan tuntasnya pengiriman ke Kalimantan Tengah dan Riau, CV Astoetik berharap teknologi ini dapat membantu melestarikan budaya batik Indonesia sekaligus menjadikannya industri yang lebih mandiri dan berdaya saing global.




